Malam Gelap

Malam ini aku ingin kembali menuliskan, lebih tepatnya menuangkan apa yg aku rasakan.

Teruntuk malam yang sepi, pernahkah kamu berharap ada yg membuatmu terasa ramai? Tentu saja tidak, kamu pasti enggan mengganggu orang-orang yang sedang istirahat karena lelah berkegiatan seharian ini.

Aku pun begitu, malam ini malam kedua yg terasa sepi bagiku tanpa orang yg biasa menemaniku. Aku ingin sekali memintanya menemani, tapi aku juga tak ingin mengganggunya.

Teruntuk malam yg gelap, pernahkah kamu tidak mengharapkan bulan hadir menemanimu? Tentu tidak bukan, kamu selalu menunggu bulan hadir untuk menemanimu, agar anak-anak kecil berani untuk mengenalmu.

Aku pun begitu, tidak pernah sedikitpun berfikir untuk dia tidak boleh datang menemani ku. Bagai bulan yg menemani malam, bagiku dia air ditengah gersangnya padang pasir. Yang menyejukkan, menghilangkan dahaga, dan yg pasti membuat hatiku senang akan kehadirannya.

Teruntuk malam yang dingin, aku tau kamu pasti selalu berharap menjadi hangat untuk semua orang, hingga orang-orang tidak takut untuk keluar rumah untuk sekedar menikmati tenangnya damainya dirimu.

Aku menunggu hadirmu yang membuatku selalu merasa hangat dengan tutur katamu, dengan ucapan sayangmu, dan kata selamat tidur untukku.

Malam yang sepi, gelap, dan dingin, aku mohon sekali bisikkan salamku untuknya. Katakan padanya bahwa aku sangat menyayangi nya dan aku selalu menunggu kehadirannya meskipun hanya dalam mimpi.

Selamat malam untuk kamu yang disana.. Aku masih disini untuk setia.

 

Salam,

Perempuan yang kamu panggil adek.

Bukan Salam Perpisahan…

Hai kamu…

Apa kabar? apakah kamu rindu akan hadirnya diriku sepertiku yang merindukan dirimu disini?

Hari ini, hari yang sangat mengejutkan, tiba-tiba keputusan itu keluar dari mulutmu. Mulut yang selalu mengucapkan kata sayang untukku, yang selalu memberikan nasihat dan masukkan, dan mulut yang selalu berkata baik. Tak kukira akhirnya, perpisahan menghampiri kita juga. Sedih ga terkira rasanya..

Sudah berapa liter airmata ini keluar menangisi kepergianmu, menangisi bayangan ketiadaanmu lagi di hari-hariku, seakan tak mau mengering. Biarlah airmata ini menangisi kepergianmu, setidaknya itu tanda bahwa aku masih menyayangimu dan tak ingin kamu pergi.

Perjalanan kita, bukan perjalanan singkat. Bukan pula perjalanan yang mulus tanpa hambatan. Sudah banyak kerikil – kerikil dari yang kecil hingga yang sedang hampir menyandung perjalanan yg kita buat. Hingga akhirnya kerikil besar itu datang, kita pernah jatuh karenanya, bukan sekali. Kenapa kita terjatuh? Karena kita berusaha melewatinya, dengan memaksa, makanya kita terjatuh. Hingga hari ini kita sudah tidak bisa saling membantu untuk berdiri bersama lagi.

Entah kamu sudah berhasil berdiri, kemudian pergi atau kamu masih ada disana. Kita jatuh ditempat yang sama, tapi aku tidak bisa melihatmu lagi. Aku masih disini, di awal tempat kita jatuh bersama. Aku masih menangis tersedu-sedu melihat luka ditubuhku. Aku butuh obat, aku butuh uluran tangan untuk bangkit, aku berharap masih ada kamu. Ternyata tidak ada…

Abang, kamu memintaku memanggilmu dengan sebutan itu. Adek bukan orang yang kuat hari ini, adek ga sekuat yang abang pikir. Adek terlalu menyayangi abang.

Abang.. Semoga bahagia selalu, sehat terus, dan semakin sukses karirnya. Jangan pernah lupa untuk jaga kesehatan. Makan yang banyak.

Abang, ini bukan salam perpisahan. Disaat inilah titik terendah aku berada.

Salam sayang,

Adek

Etika Penggunaan Internet dan Media Sosial

Kebebasan berinternet menjadi telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat dewasa ini. Tren penggunaan internet di Indonesia pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sampai hari ini saja, dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia 55 juta diantaranya merupakan pengguna internet dan menempatkan Indonesia pada peringkat terbesar lima besar di Asia.

Pengguna facebook sendiri telah mencapai 50 juta orang (terbesar kedua di dunia), 7,7 pengguna Blogger, pengguna internet mobile 35 juta orang dan pengguna handphone mencapai 200 juta orang. Di sisi lain, kebebasan mendapatkan informasi pun kini tidak hanya didapat dengan cara konvensional. Hadirnya new media telah membuat masyarakat lebih simpel mendapatkan segala macam akses informasi maupun akses sosial.

Di era globalisasi semua orang menginginkan sesuatu yang lebih ringkas dan cepat. Saat ini pula, berita – berita update dapat kita buka dengan website melalui handphone, computer ataupun notebook. Selain mempersingkat waktu dan biaya, tampilan yang diberikan oleh website dapat memberikan daya tarik lebih kepada sang pembaca. Ditambah dengan update yang juga lebih cepat tidak seperti media konvensional yang hanya update berita pada waktu – waktunya saja.

Dalam melakukan segala hal harus memiliki etika.Sebelum kita membahas etika menulis di duni maya alangkah baiknya kita tau apa itu etika, Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Jadi etika itu sangat penting dalam komuikasi antar manusia agar terciptanya suasan yang kondusif. Baca lebih lanjut

Sertifikasi IT

Dalam dunia IT, mungkin kita terampil dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office, atau mahir dalam mengoperasikan Linux, atau expert dalam mengelola sebuah database. Tapi saat masuk ke dunia kerja, adakah yg tau bahwa kita memang menguasai atau ahli dalam bidang-bidang tersebut? Nah, sebagai salah satu sarana pembuktian bahwa kita memang menguasai bidang tertentu dalam dunia IT ini adalah dengan Sertifikasi IT.

Secara garis besar sertifikasi IT adalah “sebuah bentuk penghargaan yang diberikan kepada seorang individu yang dianggap memiliki keahlian dalam bidang IT tertentu / spesifik”. Bentuk penghargaan ini berupa sertifikat khusus yang umumnya disertai dengan titel tertentu. Jika pernah mendengar istilah semacam CCNA, MCTS, CEH, OCP, dlsb, itulah contoh titel bagi seorang pemegang sertifikat IT. Sertifikat IT ini berlaku Internasional dan dirilis / diterbitkan oleh vendor atau organisasi khusus yang tentunya sudah diakui secara Internasional juga. Bidangnya sendiri beragam, mulai dari sistem operasi, aplikasi, networking, programming, database, hingga IT management.

tes

Alasan pentingnya sertifikasi profesionalisme dibidang IT :

1. Bahwa untuk menuju pada level yang diharapkan, pekerjaan di bidang TI membutuhkan expertise.

2. Bahwa profesi dibidang TI, dapat dikatakan merupakan profesi menjual jasa dan bisnis jasa bersifat kepercayaan.

Manfaat adanya sertifikasi profesionalisme:

1. Ikut berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional.

2. Pengakuan resmi pemerintah tentang tingkat keahlian individu terhadap sebuah profesi.

3. Pengakuan dari organisasi profesi sejenis, baik tingkat regional maupun internasional.

4. Membuka akses lapangan pekerjaan secara nasional, regional maupun internasional.

5. Memperoleh peningkatan karier dan pendapatan sesuai perimbangan dengan pedoman skala yang diberlakukan. Baca lebih lanjut

UU Informasi & Transaksi Elektronik (Pasal 27 ayat 2)

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian”.

Kutipan diatas merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam UU ITE, tepatnya pasal 27 ayat 2. Pasal 27 terdapat dalam bab VII di UU ITE, yang membahas tentang perbuatan yang di larang. Ayat 2 dalam pasal 27, mengatur bahwa orang yang ada di negara indonesia yang berbasiskan demokrasi dan saling menghormati dilarang dengan sengaja dan tidak ada hak untuk mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat dapat diaksesnya dokumen elektronik yang berhubungan dengan perjudian.

Seperti contoh kasus dibawah ini yang melibatkan transaksi online untuk perjudian :

Perjudian online, pelaku menggunakan sarana internet untuk melakukan perjudian. Seperti yang terjadi di Semarang, Desember 2006 silam. Para pelaku melakukan praktiknya dengan menggunakan system member yang semua anggotanya mendaftar ke admin situs itu, atau menghubungi HP ke 0811XXXXXX dan 024-356XXXX. Mereka melakukan transaki online lewat internet dan HP untuk mempertaruhkan pertarungan bola Liga Inggris, Liga Italia dan Liga Jerman yang ditayangkan di televisi. Untuk setiap petaruh yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp 100 ribu bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu, atau bisa lebih. Modus para pelaku bermain judi online adalah untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Dan sanksi menjerat para pelaku yakni dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU 7/1974 pasal 8 yang ancamannya lebih dari 5 tahun.

 

PASAL 303 KUHP tentang PERJUDIAN

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin: 

1. dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu; 

2. dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara; 

3. menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian

(2) Kalau yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam menjalakan pencariannya, maka dapat dicabut hak nya untuk menjalankan pencarian itu. 

(3) Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainanlain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.

Kasus judi online seperti yang dipaparkan diatas setidaknya bisa dijerat dengan 3 pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE) atau UU No. 11 Tahun 2008. 

Selain dengan Pasal 303 KUHP menurut pihak Kepolisian diatas, maka pelaku juga bisa dikenai pelanggaran Pasal 27 ayat 2 UU ITE, yaitu “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian”. Oleh karena pelanggaran pada Pasal tersebut maka menurut Pasal 43 ayat 1, yang bersangkutan bisa ditangkap oleh Polisi atau “Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang‐Undang tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik”. 

Sementara sanksi yang dikenakan adalah Pasal 45 ayat 1, yaitu “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Kesimpulannya, kegiatan apapun yang melibatkan transmisi data elektronik atau pengaksesan data elektronik dengan sengaja untuk perjudian atau kegiatan yang dilarang dan tertera dalam Undang – Undang di negara Republik Indonesia ini merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi sesuai yang tertera dalam pasal.

SUMBER :

http://etikanama.blogspot.com/2013/05/contoh-kasus-cyber-crime-di-indonesia.html

http://arsip.uns.ac.id/unduh/UU-ITE.pdf

 

^RACHMATIKA IRFANI^

IT FORENSIK

Forensik sangat identik dengan tindakan kriminal, saat ini forensik hanya sebatas identifikasi, proses, dan analisa pada bagian umum. Untuk kejahatan komputer di indonesia, forensik dibidang komputer biasanya dilakukan tanpa melihat apa isi di dalam komputer. Metode yang digunakan untuk forensik pada umumnya ada dua, yaitu search and seizure dan pencarian informasi (discovery information).

cyberattack

Forensik merupakan proses ilmiah dalam mengumpulkan, menganalisa, dan menghadirkan berbagai bukti dalam sidang pengadilan terkait adanya suatu kasus hukum.

Forensik Komputer menurut Moroni Parra (2002), adalah Suatu proses mengidentifikasi, memelihara, menganalisa dan menggunakan bukti digital menurut hukum yang berlaku.

Komputer forensik adalah aktivitas yang berhubungan dengan pemeliharaan, identifikasi, pengambilan – penyaringan dan dokumentasi bukti komputer dalam kejahatan komputer.

Dapat disimpulkan bahwa IT FORENSIK adalah Penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk mengektrak dan memelihara barang bukti tindakan kriminal

IT FORENSIK bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi.

Metodologi umum dalam proses pemeriksaan insiden sampai proses hukum:

1. Pengumpulan data/fakta dari sistem komputer (harddisk, usb-stick, log, memory-dump, internet, dll) – termasuk di dalamnya data yang sdh terhapus

2.Mendokumentasikan fakta-fakta yang ditemukan dan menjaga integritas data selama proses forensik dan hukum dengan proteksi fisik, penanganan khusus, pembuatan image, dan menggunakan algoritma HASH untuk pembuktian / verifikasi

3.Merunut kejadian (chain of events) berdasarkan waktu kejadian

4.Memvalidasi kejadian2 tersebut dengan metode “sebab-akibat”

5.Dokumentasi hasil yang diperoleh dan menyusun laporan

6.Proses hukum (pengajuan delik, proses persidangan, saksi ahli, dll)

Prinsip:

– Forensik bukan proses Hacking

– Data yang didapat harus dijaga jangan berubah

– Membuat image dari HD / Floppy / USB-Stick / Memory-dump adalah prioritas tanpa merubah isi, kadang digunakan hardware khusus

– Image tsb yang diotak-atik (hacking) dan dianalisis – bukan yang asli

– Data yang sudah terhapus membutuhkan tools khusus untuk merekonstruksi

– Pencarian bukti dengan: tools pencarian teks khusus, atau mencari satu persatu dalam image

contoh kasus cyber crime

INVESTIGASI KASUS TEKNOLOGI INFORMASI

A.Prosedur Forensik yang biasa dilakukan Investigator

1.Membuat copies dari keseluruhan log data, files dll yang dianggap perlu pada suatu media yang terpisah.

2.Membuat fingerprint dari data secara matematis (contoh hashing algorithm, MD5).

3.Membuat fingerprint dari copies secara matematis.

4.Membuat suatu hashes masterlist.

5.Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

Selain itu perlu dilakukan investigasi lanjutan dengan menggunakan metodologi forensikTI. Metode Search and seizure biasanya lebih banyak digunakan dibanding metode pencarian informasi. Baca lebih lanjut

CONTOH KASUS ETIKA, PROFESI, DAN PROFESIONALISME

CONTOH KASUS Internet banking menjadi salah satu fasilitas yang diberikan oleh beberapa bank kepada para nasabah. Fasilitasi ini berfungsi untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaski dimana pun nasabah berada, selama masih terkoneksi dengan internet. Namun dibalik kemudahan itu semua, ada beberapa pihak yang memanfaatkan fasilitas ini untuk mencuri data para nasabah untuk keperluan pribadi. Pada tahun 2001, ada seseorang yang membobol fasilitas internet banking milik bank BCA yang dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB dan juga berprofesi menjadi salah satu karyawan media online (satunet.com) yang bernama Steven Haryanto. Berawal dari ide yang pada saat dia salah mengetikan alamat website, dia langsung membeli domain-domain seharga US$20. Domain-domain tersebut dibuat semirip mungkin dengan domain milik Klik BCA yang asli (www.klikbca) dan halamannya pun dibuat mirip. Domain yang dia gunakan dalam melakukan aksinya adalah wwwklikbca.com, kilkbca.com, clikbca.com, klickbca.com, klikbac.com. Ke 5 (lima) domain tersebut dia buat agar orang tidak sadar bahwa dirinya telah mengakses website yang salah. Teknik seperti ini biasa disebut dengan phising. Dengan menggunakan teknik ini, Steven mampu mendapatkan User ID dan Password dari nasabah yang mengakses dan mencoba memasukan User ID dan Password di website palsu tersebut. Namun Steven tidak menggunakan User ID dan Password para nasabah bank BCA untuk mencuri dana para nasabah. Pada akhirnya Steven pun meminta maaf kepada pihak bank BCA melali berbagai media, baik media masa ataupun media elektronik. Dan ke 5 (lima) domain miliknya telah diserahkan kepada pihak bank BCA.

ULASAN : Berdasarkan teori dan kasus diatas, dalam sebuah teknologi sistem informasi yang paling utama adalah nilai sebuah informasi yang diberikan. Bagaimana informasi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh yang membutuhkan informasi. Manusia sebagai pengolah dan pengguna informasi, harus pintar dalam memilih informasi yang mana yang baik dan benar. Seperti contoh kasus diatas, pelaku tindak kejahatan (Steven) telah menyesatkan informasi yang seharusnya diterima oleh nasabah bank tersebut dengan membeli domain name untuk web palsunya sama dengan domain asli dari bank tersebut. Sebagai negara yang mulai sadar akan berkembangnya teknologi, menurut saya seharusnya di negara ini lebih meningkatkan kewaspadaan atas tindak kejahatan yang bisa merugikan negara. 

Referensi

http://keamananjaringandankomputer.wordpress.com/2013/03/22/website-palsu-klik-bca/