Bukan apa-apa hanya sebuah cerita

Suasana di kelas saat itu memang sedang gaduh dan ramai. Ada yang sedang bersenda gurau, mengobrol, belajar dan lainnya. Aku sendiri sedang asyik mendengarkan music dengan headset hingga tak mendengar apapun selain music itu dan hanya bisa melihat sebuah gerakan atau tindakan. Yaa maklum lah sedang tidak ada dosen… hhehee 🙂

Ketika sedang asyik menikmati musik yang tengah aku dengar tiba-tiba aku melihat tetesan airmata jatuh di pipi seorang temanku yang tembem, yang dikenal periang oleh kami, dia yang sering membuat kami tertawa karena candaanya, dia dengan ceritanya yang sangat heboh bila keluar dari mulutnya yang cempreng, dan dia bernama gita. Sontak aku dan teman-temanku yang berada tak jauh darinya pun langsung langsung melontarkan sebuah pertanyaan kepadanya “Kamu kenapa??” dan kami hanya mendapat jawaban gelengan kepala darinya. Aku langsung DIAM dan sedikit menjauh, temanku yang lainnya masih berusaha mencari arti dari gelengan kepala dan tetesan air mata gita.

Aku DIAM bukan berarti aku tak perduli dengan gita, tapi aku berfikir buat apa aku menanyakan lebih banyak pertanyaan lagi kepadanya bukankah yang ada dengan pertanyaan yang akan kuberikan nanti hanya akan mengingatkan dia dengan masalah yang sedang dia hadapi ? atau nanti malah aku akan semakin membuatnya lebih membuatnya bekerja keras untuk menguras kantung matanya agar mengeluarkan air mata lebih banyak dari sebelumnya. Sungguh aku tak ingin itu terjadi oleh temanku.

Aku diam hanya menunggu, menunggu dimana saat yang tepat menurutnya untuk berbagi cerita denganku atau mungkin dengan temanku yang lainnya. Menunggu hingga ia siap berbagi kesedihannya dengan kami. Ohh gitaa,, sungguh aku menunggu kamu untuk berbagi denganku.

Hingga akhirnya pada waktu istirahat tepatnya setelah aku solat zuhur di musholla kampus,gita menghampiriku. Dia bilang kalau dia ingin berbagi denganku dan ingin aku menyimak alasan mengapa ia tadi menangis.

Dia bercerita bahwa ia sedang bingung dengan “boyfriend” nya yang secara tiba-tiba menghilang dan mengatakan bahwa tidak mau menghubunginya lagi. Okei,, awalnya dia cerita mungkin ini kesalahan gita tetapi gita cerita kalau ia telah meminta maaf kepada pacarnya tersebut dan jawabannya adalah dia di DIAMKAN oleh pacarnya tersebut sudah sejak 4hr yang lalu. Yaa persis seperti yang aku lakukan ketika menunggunya cerita akan masalahnya tadi menjauh dan diam.

Kemudian aku berfikir, jika aku jadi seorang gita apa yang aku rasakan pastinya sangat bingung dan hancur sama seperti gita. Tapi jika aku jadi gita aku akan “bertindak” layaknya WONDERWOMAN.. hhahaa iyaa dongg aku kan wonderwoman :). Aku akan menulis surat yang isinya hanya kata-kata ucapan terima kasih dan mungkin aku tuliskan juga surat pengunduran diri jadi pacar.. hahhaaa 🙂

Surat itu akan aku tulis seperti ini :
———————————————————————————————————————————————————————
Terimakasih buat kamu yang telah menghilang sejak 4hari yang lalu tanpa ada kabar sedikitpun buat aku.

Terimakasih buat kamu yang telah menyadarkanku bahwa kamu bukan laki-laki terbaik yang sempat terfikirkan olehku sebelumnya.

Terimakasih karena aku sekarang tahu kalau kamu hanyalah sosok pria yang bisa dan sangat tega berbicara kasar dan keras kepada perempuan.

Terimakasih karena sejak menghilangnya kamu dari kehidupanku, secara perlahan aku telah terbiasa jika “gaa ada lagi pesan dari nomor kamu yang masuk ke inbox di hapeku”, “gaa ada lagi suara kamu setiap aku mengangkat telepon masuk ke hapeku” dan “ tak ada lagi yang memanggilku dengan panggilan “sayang” ”
Dan sekarang yang perlu kamu tahu hanya 1 hal “ HARI INI, ESOK, dan SETERUSNYA AKU TELAH TERBIASA TANPA HADIRMU LAGI DI HARI-HARIKU”

Aku juga ingin mengucapkan buat semua teman-temanku yang telah membantuku menghapus air mata yang telah keluar dari pipiku tadi pagi. You are my best friend guys.. Windy Dwiparaswati, Ratih Hanizar, Satya Graha Achmad, Reza Ardiyansyah, Meilidyaningtyas Cantika Ryadyani, dan Rachmatika Irfani)
Khususnya buat 1KA25, kelasku tercinta tempat kita tertawa dan berbagi bersama.. 🙂
*LOVE YOU ALL*

^gita^

———————————————————————————————————————————————————————

Aku tahu bahwa aku juga wanita yang sampai saat ini belum mengerti apa itu cinta dan sayang, tapi surat yang aku buat di atas hanya sebagai perwakilan dan solidaritasku sebagai temannya gita.

Dan cerita ini hanya sebuah rangkaian kata-kata yang aku kembangin menjadi cerita ini. Untuk INSPIRASIKU terimakasih telah mau berbagi denganku, aku tidak menceritakan kisahmu disini semua. Ada hal sangat pribadi darimu yang aku tahu tidak perlu aku ceritakan disini.

Dan intinya aku sangat merasakan apa yang kamu rasakan saat ini teman.. 🙂

5 thoughts on “Bukan apa-apa hanya sebuah cerita

  1. Ping-balik: semua ini tentang “DIA” « Rachmatika bLog

    • hehee bukan masa kuliah ajaa.. klo kta bang haji rhoma irama kan gni “masa mudaa masa yg berapi-api” jd yaa selama masih ngerasaa muda masih akan tetap berapi-api.. hehehe
      okee.. salam blogger jg.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s