Langit dan Bumi

Semalem gue tidur kurang nyenyak, karena banyak banget nyamuk di pikiran gue. Salah satunya kejadian kemaren yang bikin gue kecewa banget dan sempet kesel laaah, yaa walaupun akhirnya gue bisa dengan legowo nerimo apa yang emang udah jadi takdir gue.🙂 *Alhamdulillah yaah… ahakahkahk :D*

Ahh gak penting banget nih pembuka tulisan gue, curhat muluuu,… hahaaa😀 *ampuun yaah, jangan di jitak… :)* gue punya cerita nih, ini sih namanya ilustrasi (di peragakan oleh model) *halah tika, ini opo toh udah kaya di tivi aja ckckkk* jadi, begini ilustrasinya *backsound : kuntilanak ketawa – mendadak horror – *😀

***

Sebut saja “bumi”, yang merasa kurang di hargai timbullah sebuah pemikiran picik dalam otaknya *tentu saja setan turut andil dalam mempengaruhi pikirannya yang jelek ini – tuh kan horror banget deh bawa – bawa setan – hahaa :D* “bumi” merasa kalo dia gak pantes berteman dengan”nya” (langit). Bedanya itu si “bumi” (bukan nama sebenarnya) sama si “langit” (bukan pulak nama sebenarnya), langit di atas begitu tinggi, indah, ada lautan awan di atas sana, burung saja betah terbang tinggi – tinggi bersama langit, angin saja enggan pindah ke bumi karena senang membuat ombak di lautan awan sana dan langit itu sulit di capai sedangkan “bumi” mudah sekali terserang bencana *ada gempa, tsunami, kebakaran, tanah longsor dll* , bumi yang setiap harinya berpijak triliyunan kaki manusia dan bumi mudah di capai, bahkan sesosok “mahluk luar angkasa” (baca : termasuk manusia) seneng banget bisa ngerusak bumi. Entah itu untuk berbuat baik atau buruk. Entah melangkah di jalan yang benar atau yang salah. Bumi juga kotor, tercemar, banyak sekali yang gak bisa di lakukan bumi sementara langit bisa.

Maka terjadilah pertumpahan darah di antara keduanya (baca : lagi motong wortel *kenapa harus wortel ?* jarinya ke potong pake pisau dapur) *jitak nih… bercanda mulu hahaaa :D* , Gak sampe terjadi pertumpahan darah sih, cuma di hatinya bumi terjadi perang *waowww… kayaknya bakal seru nih (ambil pop corn duduk paling depan) hahaaa😀 ngacoo lagi kan…* , perang antara membela sebuah pepatah (baca : langit dan bumi itu bersahabat) atau membela dirinya sendiri yang merasa kalah terus… *ahhh gak belajar sama gue nih, jadi kalah mulu kan… ahakakakk :D*

Singkat cerita, perangnya udah kelar nih *gue yang kebagian ngebersihin sisa-sisa perang, nasib… nasib… :P* daaan, si setan tadi yang udah buang kotoran di otaknya bumi akhirnya kalah dengan hati keteguhan seorang bumi. *yesss akhirnya menang… :D* so, bumi memutuskan bahwa dengan ini *halah pidato* menerima kekurangan yang ada di dalam dirinya dan mengerti bahwa ia di ciptakan oleh Allah SWT dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya dapat meringankan beban manusia melalui isinya yang melimpah (baca : laut, pertanian, hutan, gunung, dll)

Tamatt… *endingnya ngegantung gak jelas hahaa :D*

***

Meskipun cerita gue ini cacat (baca : apa coba maksudnya bumi dan langit perang hahaaa :D), tapi maksud di cerita ini adalah setinggi apapun derajat seorang manusia tidak ada yang melebihi derajat sang Pencipta, yang telah memberikan segala kelebihan dan kekurangan pada diri masing – masing. Intinya jangan pernah merasa kamu gagal, gagal atau sukses itu relatif *bakal hadir di postingan berikutnya –coming soon- hehee :)* . jangan pernah ngerasa minder dengan kekurangan yang kamu punya, cobalah untuk melihat kebawah agar kamu selalu merasa bersyukur. Lihatlah sang Langit hanya untuk menyemangati dirimu agar kamu dapat terus bersaing.🙂

jadiii, mari selamatkan BUMI kita dari penyakit GLOBAL WARMING (pesan dari Kementrian Lingkungan Hidup –KLH-) hahhaaa😀

“OUR FUTURE IS IN OUR HAND” 

Udahan aahhh… gue pengen ke kampus nih jam 9 an. Biasa sindrom kangen kampus udah menggunung di ubun – ubun *sumpah lebay banget HOEEKKK*

Maaf apabila kehadiran gue mengganggu perjalanan kalian, hati – hati barang bawaan jangan sampai tertinggal apalagi berpindah tangan *halah macam abis ngamen di bis ajaa whahaakakkakak :D*

…Selamat menjalani Hari ini, semoga Esok dapat di sambut kembali…


^Rachmatika Irfani^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s