Memaafkan itu TIDAK MUDAH..

“ Liat aja nanti, suatu saat gue bakal bales semua perbuatan lo … !!! “

Kata – kata di atas biasanya di ucapkan pada saat seseorang sudah di sakiti baik fisik ataupun hatinya. Memang sulit ketika sudah bicara tentang hati yang tersakiti, mau dengan cara apapun biasanya sulit sekali untuk di maafkan.

Hmm…, membicarakan kata maaf, aku jadi inget ketika kemarin di minggu pertama kuliah semester 4 ini ada mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Hari itu dosen hanya bercerita tentang Al-quran dan Nabi Muhammad SAW. Beliau bercerita banyak tentang teladan Rasulullah yang seharusnya di jadikan teladan yang baik bagi manusia.

Pernah mendengar kan sejarah perjuangan Rasulullah berdakwah, mengenalkan Agama Islam di Mekkah dan Madinah ? Dari sejarah, aku tau bahwa ketika Rasullullah berdakwah bukan seperti melakukan suatu pekerjaan yang mudah. Ajaran beliau banyak di tentang, beliau sering di caci, di maki, di perlakukan semena – mena (red.siksa fisik), bahkan kalau menurut pandanganku sebagai manusia biasa pasti hati Rasulullah sangat sakit saat itu. Tapi apa yang beliau lakukan ketika menerima semua perlakuan itu ? beliau hanya diam dan tidak membalas. Beliau sangat sabar dan ikhlas menerimanya, bahkan beliau mendo’akan orang – orang yang telah menyakitinya agar bisa berubah suatu hari nanti.

Ketika dosen aku bilang “ Alangkah lebih baik, jika kita sebagai manusia mengikuti sikap dan sifat dari Rasulullah yang sabar dan ikhlas ketika di sakiti. Bahkan tidak mendendam sekalipun “ , aku jadi ingat rasa sakit hati yang aku rasakan dulu. Ternyata sampai saat ini pun aku belum bisa mengikhlaskannya, aku masih bisa merasakan amarah yang muncul di saat aku melihat atau bertatap muka dengan orang yang telah menyakiti hatiku. Meskipun dulu aku pernah bilang sama orang tersebut “ Semoga setelah ini, tidak ada dendam yang muncul “ , tetap saja hingga hari ini, bahkan di saat aku sedang menulis ini pun aku masih merasakan sakit hatinya, dan mungkin aku mengingat kejadiannya dengan bantuan amarahku.

Astagfirullah, sebenarnya aku tidak ingin seperti ini terus. Hidup dengan bayang – bayang sakit hati, lengkap dengan orang yang menyakitinya. Aku ingin segera mengikhlaskannya, tapi tidak mudah. Semoga aku tidak menjadi manusia pendendam setelah merasakan sakit hati selama ini. Amiiin YRA 🙂

^Rachmatika Irfani^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s