Etika, Profesi, dan Profesionalisme

ETIKA berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos”, yang berarti watak atau kesusilaan atau adat kebiasaan. Etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Arti ini dapat juga disebut sistem nilai dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat. Etika juga menjadi suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral. Dalam teknologi informasi, etika memiliki tujuan sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga menyusun instrument. Etika digunakan dalam teknologi informsai agar:

  1. Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  2. Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.
  3. Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.

PROFESI adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Seseorang disebut profesional bila ia memenuhi 10 kriteria, yaitu:

    1. Profesi harus memiliki keahlian khusus.Keahlian itu tidak dimiliki oleh profesi lain.Artinya, profesi itu mesti ditandai oleh adanya suatu keahlian yang khusus untukprofesi itu. Keahlian itu diperoleh dengan mempelajarinya secara khusus; dan profesiitu bukan diwarisi.
    2. Profesi dipilih karena panggilan hidup dan dijalani sepenuh waktu. Profesi dipilih karena dirasakan sebagai kewajiban; sepenuh waktu maksudnya bukan part-time.Sebagai panggilan hidup, maksudnya profesi itu dipilih karena dirasakan itulah panggilan hidupnya, artinya itulah lapangan pengabdiannya.
    3. Profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal. Artinya, profesi ini dijalanimenurut aturan yang jelas, dikenal umum, teorinya terbuka. Secara universalpegangannya diakui.
    4. Profesi adalah untuk masyarakat, bukan untuk dirinya sendiri. Profesi merupakan alatdalam mengabdikan diri kepada masyarakat bukan untuk kepentingan diri sendiri,seperti untuk mengumpulkan uang atau mengejar kedudukan. Jadi profesi merupakan panggilan hidup.
    5. Profesi harus dilengkapi kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif. Kecakapan dan kompetensi ini diperlukan untuk meyakinkan peran profesi itu terhadap kliennya.
    6. Pemegang profesi memiliki otonomi dalam menjalankan tugas profesinya. Otonomi inihanya dapat dan boleh diuji oleh rekan-rekan seprofesinya. Tidak boleh semua orangbicara dalam semua bidang.
    7. Profesi hendaknya mempunyai kode etik, ini disebut kode etik profesi. Gunanya ialah untuk dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas profesi. Kode etik ini tidak akan bermanfaat bila tidak diakui oleh pemegang profesi dan juga masyarakat.

  1. Profesi harus mempunyai klien yang jelas yaitu orang yang dilayani.
  2. Profesi memerlukan organisasi untuk keperluan meningkatkan kualitas profesi itu
  3. Mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang lain. Sebenarnya tidak ada aspek kehidupan yang hanya ditangani oleh satu profesi. Hal ini mendorong seseorang memiliki spesialisasi

  PROFESIONALISME berasal dari kata profesi, yang berarti menyangkut masalah kegiatan manusia yang dilakukan sehari-hari. Biasanya profesionalisme dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Profesionalisme memeiliki beberapa cici-cici, diantaranya:

  1. Punya keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu.
  2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
  4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

ULASAN : Berdasarkan teori diatas,   etika adalah bagaimana seseorang menyikapi atas tanggung jawabnya. Dalam hal profesi biasanya terdapat etika yang mengaturnya dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, misalnya seorang dokter yang memiliki kode etik dalam pekerjaannya. Jika seseorang yang memiliki profesi dan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan etika pekerjaannya, maka orang tersebut telah memiliki rasa profesionalisme akan profesinya.

Referensi

http://www.academia.edu/4226624/Pengertian_profesi

http://bangunariyanto.wordpress.com/2010/05/27/etika-dan-profesionalisme/

http://haseoshadwolf.wordpress.com/2013/04/05/tugas-etika-dan-profesionalisme-tsi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s