Malam Gelap

Malam ini aku ingin kembali menuliskan, lebih tepatnya menuangkan apa yg aku rasakan.

Teruntuk malam yang sepi, pernahkah kamu berharap ada yg membuatmu terasa ramai? Tentu saja tidak, kamu pasti enggan mengganggu orang-orang yang sedang istirahat karena lelah berkegiatan seharian ini.

Aku pun begitu, malam ini malam kedua yg terasa sepi bagiku tanpa orang yg biasa menemaniku. Aku ingin sekali memintanya menemani, tapi aku juga tak ingin mengganggunya.

Teruntuk malam yg gelap, pernahkah kamu tidak mengharapkan bulan hadir menemanimu? Tentu tidak bukan, kamu selalu menunggu bulan hadir untuk menemanimu, agar anak-anak kecil berani untuk mengenalmu.

Aku pun begitu, tidak pernah sedikitpun berfikir untuk dia tidak boleh datang menemani ku. Bagai bulan yg menemani malam, bagiku dia air ditengah gersangnya padang pasir. Yang menyejukkan, menghilangkan dahaga, dan yg pasti membuat hatiku senang akan kehadirannya.

Teruntuk malam yang dingin, aku tau kamu pasti selalu berharap menjadi hangat untuk semua orang, hingga orang-orang tidak takut untuk keluar rumah untuk sekedar menikmati tenangnya damainya dirimu.

Aku menunggu hadirmu yang membuatku selalu merasa hangat dengan tutur katamu, dengan ucapan sayangmu, dan kata selamat tidur untukku.

Malam yang sepi, gelap, dan dingin, aku mohon sekali bisikkan salamku untuknya. Katakan padanya bahwa aku sangat menyayangi nya dan aku selalu menunggu kehadirannya meskipun hanya dalam mimpi.

Selamat malam untuk kamu yang disana.. Aku masih disini untuk setia.

 

Salam,

Perempuan yang kamu panggil adek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s